Friday , 1 August 2014

Home » BATAM » Tak Masuk Libur Nasional, Denda 200 Ribu Rupiah

Tak Masuk Libur Nasional, Denda 200 Ribu Rupiah

Karyawan Indo Thai Dan Spa Secret Datangi DPRD Batam

spa secret dan indo thai

Batam I berita-batam.com : Puluhan karyawan Indo Thai dan  Spa Secret mendatangi kantor DPRD kota Batam, Senin pagi (3/6/2013). Puluhan karyawan ini mengadukan nasib mereka terkait hubungan kerja di perusahaan Indo Thai dan Spa Secret.

Aksi ini diterima langsung Komisi II melalui Yudi Kurnain dalam rapat dengar pendapat. Dalam keterangannya Yani perwakilan pekerja mengatakan banyak permasalahan hubungan keja yang mereka alami. Diantaranya pemutusan hubungan kerja sepihak terhadap empat pengurus komisariat PT Lekindo Jaya (Indo Thai dan Spa Secret ) Federasi Serikat Buruh Makanan, Minuman Pariwisata, Restaurant, Hotel dan Tembakau Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSB KMP SBSI ) kota Batam. Upah dibawah kebutuhan hidup layak, dikisaran 500 hingga 600 ribu rupiah perbulan. Anehnya meski tidak terdaftar dalam Jamsostek, namun gaji pekerja mendapat potongan 250 ribu rupiah setiap bulan beber Yani.

Menurut Yani, perusahaan juga menerapkan pemotongan gaji sebesar 200 ribu rupiah. Jika pekerja tidak masuk kerja pada hari libur nasional. Aturan yang jelas menyalahi aturan ketenagakerjaan Indonesia, ungkap Yani. Perusahaan disinyalir menerapkan sistem kerja bagi pekerja  layaknya perusahaan di Singapura, termasuk denda dan potongan gaji bagi pekerja. Namun disisi lain perusahaan memaksakan memberikan upah dibawah standar protes Yani dalam rapat dengar pendapat.

Sebenarnya pekerja, khususnya pekerja Spa Secret sudah menyurati  manajemen perusahaan sekitar  2 bulan lalu, terkait keluhan pekerja. Nnamun hingga kini perusahaan tidak memberikan jawaban dan solusi atas keluhan dan keberatan pekerja. Para pekerja berharap, dengan mendatangi kantor DPRD Batam, aspirasi mereka terhadap manajemen perusahaan dapat disuarakan anggota dewan.

Yani juga membacakan tuntutan pekerja diantaranya   menuntut perusahaan kembali mempekerjakan pekerja yang di PHK secara sepihak, perusahaan segera menghapus sistem pemotongan upah yang tidak jelas, dan merubah status karyawan dari perjanjian kerja waktu tertentu menjadi pekerja waktu tidak tertentu,  termasuk  pekerja Roomboy.

Sementara itu, pihak Komisi II, Yudi Kurnain mengatakan meski komisi II tidak menangani permasalahan tenaga kerja, namun aspirasi pekerja yang berdemo sudah diterima secara resmi oleh komisi II. Dan akan ditindaklanjuti ke komisi yang bersangkutan serta ke pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja Kota Batam. (Sik)

 

scroll to top